Tuesday, May 28, 2013

Beruntung Dan Bersyukur

Aku bersyukur hidupku beruntung.

Beruntung kenapa?

Beruntung karena dilahirkan di lingkungan yang baik, baik itu keluarga di rumah, maupun keluarga di luar rumah yang sering aku sebut sebagai 'Teman', ya! teman adalah keluarga yang kita pilih.

Kenapa aku menulis dengan judul di atas? ya terserah aku lah! blog blog siapa? *dikeplak silent reader*

Intinya sih yang sekarang ada di fikiranku ya cuma itu, karena memang selalu membayangkan bahwa, bagaimana jika aku menjadi seorang penjahat, bagaimana jika aku dilahirkan di lingkungan yang tidak baik, bagaimana jika aku mempunyai teman-teman penjahat dan orang-orang tidak baik, sungguh mengerikan buatku. aku selalu kasihan melihat orang-orang yang mencuri, membunuh, atau bahkan memperkosa. aku fikir mereka adalah orang-orang yang tidak beruntung karena mungkin dari kecil dilahirkan di lingkungan yang tidak baik, teman-teman yang tidak baik juga, teman-teman yang sama-sama melakukan perbuatan-perbuatan keji seperti yang aku sebut tadi. dan yang paling utama adalah mereka tidak beruntung mendapatkan pergaulan dan pendidikan yang baik dan benar di Negeri Nan Kaya Raya ini, sedangkan aku merasa beruntung dalam hal itu, makanya aku bersyukur.

Aku bukan orang yang gemar akan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun non-fisik. aku bukanlah orang yang suka akan perpecahan, aku selalu sedih melihat kekacauan yang ada di dunia ini, aku selalu kesal dengan orang jahat, walau sebagian orang bilang, bahwa orang jahat itu perlu ada untuk penyeimbang, ya aku setuju, namun aku akan tetap berada pada jalanku. i'll be keep on my right track! aku lebih suka dengan sesuatu yang sifatnya bersatu, mempersatukan, menghibur, damai, menyenangkan, membahagiakan, unik, indah, dan yang paling utama adalah menyayangi dan mencintai sesama, agar senantiasa mempunyai hati nurani sebagaimana tulisanku sebelum ini. silakan dicek di "Tetap waras dan punya hati nurani. mungkinkah?"

Untuk melatih logikaku maka aku sekolah, belajar, bekerja dan membaca buku. namun untuk melatih nuraniku aku bergaul, berteman dan jatuh cinta!

Aku menyukai musik. dalam pengalaman hidupku, musiklah yang menghubungkan aku dengan manusia lainnya, musiklah yang mengajarkan aku jatuh cinta, musiklah yang mengajarkan aku berteman dan membangun persahabatan yang baik, musiklah yang mengajarkan aku bahwa menjadi rasis dan fasis itu menjijikan dan menyebalkan, musiklah yang mengajarkan aku untuk bersatu dan mencintai sesama, ya! musik adalah caraku bahagia. itulah kenapa aku bergabung di Musician United

Bagaimanapun aku hanya manusia biasa, yang penuh dengan kelemahan dan sifat-sifat manusiawi yang kadang tidak baik jika berlebihan, aktualisasi diri misalnya, sebagai kebutuhan dasar manusia, aku membutuhkan aktualisasi diri. untuk dapat beraktualisasi diri, tidak perlu dengan menganggu atau merendahkan bahkan menyakiti orang lain. lalu dengan cara apa aku mendapatkan apa yang aku butuhkan? dengan cara menghibur orang-orang dan menjadi idol dengan membuat band tribute The Beatles Manhattan di kalangan Beatlemania, aku cukup terkenal! :p #narsis

Selain musik, aku senang sekali berserikat dengan orang-orang yang mencintai kegiatan sosial. kegiatan membantu sesama yang membutuhkan, kegiatan yang kadang tidak dilirik oleh pemerintah dan pejabat-pejabat lainnya, maka kami bergerak independen. aku ikut berpartisipasi di komunitas peduli anak jalanan  Save Street Child , aku ikut berpartisipasi di posko banjir ODOSMov , bahkan visi Musician United pada akhirnya pun yaitu untuk kegiatan sosial. sungguh menyenangkan bukan? aku melakukan semua itu bukan untuk aktualisasi diri lagi, apalagi untuk mendapatkan pujian atau pahala agar masuk surga, tidak!
aku melakukan semua itu atas dasar kesenanganku saja, aku bahagia jika begitu. mari bersenang-senang!

Kesimpulannya, bahwa berteman dan berserikat dalam kegiatan positif itu penting buat hidupku, aku bersyukur aku beruntung.

Salam,

@ArieMacCa








Tuesday, May 21, 2013

Tetap waras dan punya hati nurani. mungkinkah?

Seorang teman (wartawan pada salah satu harian nasional), pada salah satu kesempatan, setelah lama tak berjumpa, bertanya, "Apa target masa depan kau? karir profesional? kemapanan material, atau status sosial ?"

Saya menjawab, "Target pribadiku hanyalah, aku ingin tetap waras dan punya hati nurani." (untuk kondisi Indonesia saat ini, keinginan tersebut mungkin terlalu mewah-what do you think ? )

Waras dan punya hati nurani, kelihatannya sederhana dan mudah. "Jadi kau bekerja untuk apa, kalau tidak untuk berkarir ?", sang teman kembali mencecar pertanyaan. "Buat ku bekerja itu justru untuk menjaga agar diriku tetap waras, dan enjoy dengan apa yang aku kerjakan. Sedangkan karir itu kan bisa-bisanya yang ngasih kerjaan.

Bagaimana dengan hati nurani ?
Apakah bertindak waras sudah pasti sesuai dengan hati nurani? Justru di sini masalahnya, bertindak waras sudah pasti diawali dengan berpikir waras. Apa artinya berpikir waras? Bagiku berpikir waras adalah berpikir menurut aturan logika artinya berpikir menurut hukum-hukum material, hukum-hukum fisika, dan hukum-hukum alam yang universal lainnya.

Sedangkan hati nurani bagi ku ini adalah kesadaran yang datang dari dalam yang berkamuskan kasih sayang dan kepedulian kepada sesama manusia.

Untuk bertindak waras saja aku pikir tidak terlalu susah, apalagi teman-temanku yang pernah kuliah di ITB, atau di PT manapun, atau yang otodidak yang berguru kepada alam . Aku yakin mereka yang mampu menguasai hukum dan logika material akan dapat bertindak waras. Dan sebagai konsekuensinya mereka akan mampu mengelola bahkan memiliki sumber daya yang ada di Indonesia, yang jumlahnya sangat melimpah .

Lalu bagaimana dengan hati nurani ? akankah dengan sendirinya muncul dari kesadaran logika ? Bagi ku hati nurani kata kuncinya ada dua :

kasih sayang dan peduli kepada sesama manusia

Bertentangankah logika dan hati nurani ?

Mungkin kamu pernah menghadapi suatu kondisi, dimana menurut hukum logika kamu harus bertindak A, tetapi nurani kamu berkata lain, mungkin kamu melakukan A' atau B (yang bertolak belakang dari A), tentu dengan konsekuensi yang bertolak belakang juga .

Bagaimana kalau kondisi sebaliknya?

Menurut hati nurani, kamu harus melakukan X, tetapi persyaratan logika material tidak kamu penuhi, apa yang akan terjadi? Mampukah hati nurani merubah realitas yang ada ? Menurutku tidak ! Bahkan Tuhan pun Sang Maha Kehendak tunduk dan konsisten terhadap hukum-hukum yang dibuat-Nya.

Cobalah tengok bagaimana Stephen Hawking dengan Big Bang teorinya,mencoba menjelaskan peristiwa penciptaan alam semesta (bahkan Tuhan pun untuk menciptakan alam semesta memerlukan proses ). Atau Darwin, dengan teori Evolusinya, mencoba menjelaskan bagaimana proses asal usul makhluk hidup di alam semesta. 

Contoh lain, pernahkah kamu berpikir bagaimana kamu hadir ke dunia?
Kenapa harus melalui proses pertemuan antara sel telur dan sperma?

kemudian menjadi embrio, kemudian menjadi janin, akhirnya kamu terlahir sebagai bayi. Bagaimana kalau suatu waktu nanti tidak lagi diperlukan sel telur atau sperma untuk menghasilkan embrio (dengan teknologi kloning, suatu hari hal tersebut dapat terjadi). Atau bahkan mungkin suatu waktu tercipta rahim buatan, sehingga wanita tidak perlu hamil. Kalau pun hal-hal tersebut terjadi, toh tetap ada jarak, tetap dibutuhkan medium antara kehendak dan realita. Bahkan Tuhan pun tidak semena-mena, walaupun Dia Sang Maha Kuasa .

Jadi setulus apapun hati nurani kamu, kalau kamu tidak memenuhi hukum-hukum alam, maka kamu tidak akan mampu merubah realita, sekecil apapunn. (That's the point !)

Untuk konteks Indonesia saat ini, kita sebagai suatu bangsa, nampaknya telah kehilangan kedua-duanya baik kewarasan maupun hati nurani.

Untuk itu melalui tulisan ini, saya menghimbau kepada teman-teman,marilah kita investasikan waktu dan segala sumber daya yang kita punya untuk berlatih dan berguru memperkuat logika agar tetap waras dan mengasah hati nurani kita agar tetap tajam dan peka terhadap nasib sesama manusia, agar tercipta masa depan Indonesia yang bermartabat.

Salam,


Sunday, January 13, 2013

Trip To Padang



Catatan Wisata Sejarah by Arie MacCa
“Menelusuri Jejak Republik di Tanah Minang”

Selasa, 25 Desember 2012
                          1) Lembah Anai
Lembah Anai adalah salah satu spot wisata alam Sumbar dengan landscape bentukan dari jajaran gunung Bukit Barisan yang megah. Di sini juga terdapat area wisata alam berupa air terjun, kolam pemandian yang asri dan indah, dan tentu saja, view yang menakjubkan berupa deretan gunung Bukit Barisan.
Disarankan untuk mandi di sini, dinginnya minta ampun.
                          2) INS Kayutanam 1926 – Padang Pariaman
INS (Indonesia Nederlandische School) adalah institusi pendidikan pertama yang didirikan untuk kaum pribumi. INS Kayutanam didirikan 1926. AA Navis (Sastrawan), Muchtar Lubis (Wartawan, Sastrawan), Bustanil Arifin, FA Moeloek, Muchtar Apin  (Tokoh Intelektual), dll, adalah sebagian dari beberapa tokoh besar Nasional alumnus INS Kayutanam. INS Kayutanam memiliki arti strategis dalam sejarah pergerakan Nasionalisme Tanahair. Itulah, disini kita foto-foto untuk pertama kalinya.

                          3) Makan Sate Padang di Padang Panjang
Saat waktu makan siang, saya dan rombongan mengunjungi sebuah rumah makan sate padang namanya “mak syukur” begitu banyak orang yang makan siang disana, karena memang terkenal sate padangnya enak. Saya suka kerupuk kulitnya. Tempat makan ini berada di Padang panjang.

                          4) Museum Taufiq Ismail
Taufiq Ismail, adalah sastrawan dan budayawan papan atas Tanahair, salah seorang konseptor dan manifestan : MANIFESTASI KEBUDAYAAN, bersama beberapa sastrawan dan budayawan lainnya di penghujung 1965. Disana banyak buku-buku di dalam lemari jadul yang lumayan banyak debu.       
     
  5) Bidasari – Talao
Diskusi (Free) : “Menelusuri Alam Pikiran Minangkabau”
Minangkabau adalah sebuah miniatur dari jagad semesta. Minangkabau, juga adalah miniatur dari Republik Indonesia. Jaman perjuangan era kemerdekaan, jagad politik Nasional sangat diwarnai dengan ide-ide dan pemikiran-pemikiran brilian dari orang-orang Minang. Memahami sejarah pergerakan Nasional dan Republik Indonesia, kita harus memahami Alam Pikiran Minangkabau.
Diskusi ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten perihal Alam Pikiran dan Manusia Minangkabau. Pemuka-pemuka adat dan agama disana.
Adat minang sangat kuat akan budaya dan ke-islam-an nya. (Adat & Agama)

Rabu, 26 Desember 2012
Jalan pagi keliling Nagari Kapau
Makan pagi di Bidasari - Talao
  

  1) Photo Session di Ngarai Sianok, Panorama Bukittinggi
Panorama, adalah sebuah kompleks taman di pusat kota Bukittinggi. Di sini, tampak jelas salah satu keping Bukit Barisan, yakni NGARAI SIANOK. Sebuah landscape ngarai yang tinggi menjulang dan megah. Disini kita sempat kerja bakti juga karena senior kami Andi Sahrandi prihatin melihat sungai yang begitu banyak sampahnya. Kami rombongan semuanya turun ke sungai untuk membersihkan sampah. Indah sekali.
                          2) Gua Jepang
Gua Jepang, adalah salah satu misteri yang terdapat di Bukittinggi. Lorong panjang yang mengular, ini mirip dengan Chu Chi Tunnel, di Vietnam pada era Vietkong. Sebagai salah satu situs sejarah, Gua Jepang Bukittinggi, ini tentu saja penting untuk dikunjungi. Tidak jauh dengan gua jepang yang berada di Dago pakar Bandung, hanya goa jepang yang disini lebih panjang dan lebih besar.
                          3) Makan siang di Itiak Lado Mudo, Panorama-Bukittinggi
Itiak Lado Mudo, adalah salah satu keajaiban rasa kuliner Bukittinggi. Saya sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk berkomentar tentang bumbu sambal hijau itiak lado mudo ini, sepertinya saya tidak akan menemukan di belahan penjuru dunia manapun sambal seenak disini, sungguh mencengangkan lidah dan selera makan saya. Nikmat sekali.
                          4) Kampung Gadang (Rumah Tokoh2 Nasional)
Kampung Gadang. Inilah perkampungan yang telah melahirkan begitu banyak tokoh Nasional dan Internasional. Berdiri di puncak bukit yang sejuk dengan hamparan sawah di sekelilingnya, kampung ini sungguh nyaman untuk dikunjungi. saya sangat menikmati landscape dan pemandangan yang ada seta menyerap energi di kampung nan indah dan asri ini. Sambil tak lupa foto-foto untuk mengabadikan momen ini.
Kampung Gadang juga sentral kerajinan Perak
17.00                : Bidasari – Talao
19.00 – 21.00    : Diskusi (Free) : “Menelusuri Jejak Pemikiran Tan Malaka”
Tan Malaka, adalah salah seorang pemikir besar yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Menelusuri jejak pemikirannya, sama seperti kita melakukan penelusuran terhadap proses lahirnya Republik Indonesia. Diskusi ini dipandu dan sekaligus sebagai narasumber, oleh salah seorang anak ideologis Tan Malaka, yakni : Tuan Senior Harris Harlianto.

Kamis, 27 Desember 2012
07.00 – 09.00    : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00    : Makan pagi di Bidasari - Talao
10.00 – 16.00    : 1) Lembah Arau
Lembah Arau adalah sebuah keajaiban alam di Bukittinggi. Jalan yang membelah tebing tinggi menjulang di sisi kiri-kanan, tentu saja adalah pemandangan yang langka dan megah. Ada beberapa air terjun, lengkap dengan kolam pemandian. Dan kami pun mandi dan foto-foto tentunya disana.
                          2) Makan siang di Lembah Arau

                          3) Museum TAN MALAKA – Suliki, Payakumbuh
Datuk Ibrahim Tan Malaka, nama lengkap dari salah satu tokoh besar Nasional ini. Ide dan konsep Republik Indonesia pertamakali muncul dari pemikiran tokoh penuh paradoks ini. Itulah, disamping bergelar Datuk Tan Malaka, manusia ini pun bergelar BAPAK REPUBLIK INDONESIA. Membaca Indonesia, tidak akan lengkap tanpa membaca ide dan pemikiran Tan Malaka. Museum Tan Malaka, ini adalah rumah kelahiran Tan Malaka. Banyak buku-buku yang ‘Langka’ yang memang tidak di rilis oleh penerbit khalayak. Kita ingin memfoto-kopi namun disana sulit mencari tempat foto-kopi karena memang lokasi rumah Tan Malaka ini di pedalaman sekali. Hebatnya sekalipun rumahnya di pedalaman, ia tidak putus semangat untuk jadi pemikir dan menjadi salah satu tokoh revolusioner bangsa Indonesia.

Jumat, 28 Desember 2012
07.00 – 09.00    : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00    : Makan pagi masakan khas Kapau di Pasar Tradisional Kapau
10.00 – 17.00    : 1) Istana Pagaruyung – Batusangkar
Istana Pagaruyung, adalah salah satu artefak sejarah Minangkabau, dan sejarah Indonesia. Di sini anda akan menyaksikan keanggunan dan kemegahan bangunan Istana dengan gonjong mirip tanduk kerbau yang sangat Minang. Istana ini benar-benar besar dan megah, saya sempat timbul pertanyaan dalam hati, berapa kira-kira biaya yang dihabiskan untuk membangun istana ini, puluhan milyar sepertinya, padahal hanya terbuat dari ornamen kayu jati dan ijuk, namun yang menjadi mahal adalah ukiran adat minang di dinding-dinding istana.
                          2) Makan Siang di Batusangkar
  3) Danau Singkarak
Danau Singkarak, adalah salah satu danau di Sumatra Barat. Terletak di kawasan Solok, disini seperti biasa kita foto-foto, danau ini cukup luas sehingga timbul keinginan untuk bermain perahu di danau ini.
                          4) Rumah Tradisional – Solok
Salah satu destinasi populer si Sumatra Barat adalah menyaksikan keindahan Rumah Tradisional yang terdapat di kabupaten Solok. Cantik sekali terutama ukiran dindingnya.
19.00 – 21.00    : Diskusi (Free) : “Menelusuri Jejak Republik di Tanah Minang”
Ini adalah topik penting, terlebih ketika negeri ini tengah mengalami bermacam fenomena degradasi sistem nilai saat ini. Menelusuri Jejak Republik dari tanah Minang, adalah pilihan yang tepat karena awal kelahiran Republik Indonesia banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh besar dari tanah Minang. Untuk diskusi kali ini dipandu dan sekaligus sebagai narasumber, oleh : Tuan Senior Pryantono Oemar, dan Tuan Senior Harris Harlianto. Mantap bukan?

Sabtu, 29 Desember 2012
07.00 – 09.00    : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00    : Makan pagi di Bidasari
10.00 – 20.00    : Bukittinggi
 
  1) Jam Gadang
Jam Gadang. Inilah ikon Bukittinggi. Berdiri di pusat kota, dengan taman dan pedestrian di sekelilingnya, kita dapat menikmati jantung Bukittinggi yang ramai dan sibuk. Disini kitapun menyaksikan anak-anak kelompok belajar Bidasari dibawah bimbingan Tuan Senior Andi Sahrandi mempertunjukan kesenian tari piring dan mamainkan perkusi khas minang, “talempong”

                          2) Museum Proklamator – Istana Bukittinggi
Museum ini terletak persis di seberang Jam Gadang. Selain Jogjakarta, Bukittinggi pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia. Itulah, maka mengunjungi museum ini menjadi penting
                          3) Makan siang di Pasar Atas Bukittinggi
Di Pasar Atas Bukittinggi, makan siang menjadi petualangan kuliner yang spektakuler.
                          4) Shopping Time
                          5) Museum Rumah Bung Hatta
Museum Bung Hatta, ini adalah rumah kelahiran sang proklamator tersebut. Mengunjungi rumah ini, kita akan dapat merasakan energi yang terpancarkan dari segenap sudutnya. Jika kita ingin menangkap energi sang proklamator, maka mengunjungi Rumah Bung Hatta adalah penting
                          6) Malam Minggu di Kampung Cina Bukittinggi
Kampung Cina Bukittinggi, ini adalah salah satu sudut di Kota Bukittinggi yang nyaman untuk dikunjungi. Deretan Road Café di sepanjang jalannya, dan jajaran toko yang menjual khusus kerajinan tangan, dan suasana jalanan yang tenang. Ini adalah spot yang ideal untuk menghabuskan malam minggu di Bukittinggi

Minggu, 30 Desember 2012
07.00 – 09.00    : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00    : Makan pagi di Bidasari – Talao
10.00 – 11.00    : Sister Program bersama Siswa-siswi Bidasari
11.00 – 16.00    : Kunjungan ke Desa Atas bersama Siswa-siswi dan Alumnus Bidasari
17.00                : Bidasari - Talao
00.00                : Memberikan surprise ulang tahun senior kita Andi Sahrandi.
Senin, 31 Desember 2012
07.00 – 09.00    : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00    : Makan pagi di Pasar Tradisional Kapau
10.00 – 17.00    : Free
17.00 – 19.00    : Prakondisi event
19.00 – 01.00    : NEWYEAR EVE (Music Event), di Bidasari – Talao

Selasa, 1 Januari 2013
07.00 – 14.00    : Trip to Danau Maninjau

                          1) Photo Session di Palembayan Paragliding
Di sebuah puncak bukit yang terdapat di daerah Palembayan, ini kita dapat menyaksikan hamparan Danau Maninjau yang luas, biru, dan megah, tepat di bawahnya. Kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan Paragliding di Sumatra Barat. Dengan biaya Rp 600.000, kita dapat meluncur menuju tepi Danau Maninjau dengan mempergunakan parasut, tentu saja bersama instruktur yang berpengalaman
                           2) Photo Session di Danau Maninjau
Danau Maninjau, adalah satu destinasi populer si Sumatra Barat. Danau kedua terbesar di Indonesia ini memang sangat layak untuk dikunjungi. Sekali lagi, siapkan pose-pose terbaik anda saat berfoto di tepi salah satu keajaiban alam Sumatra Barat ini yaaa…



Sunday, November 4, 2012

Khilaf

Tadi malam, ada kejadian yang sangat menghebohkan dunia twitter, seorang 'selebtwit' menuai kecaman publik, dikarenakan tweetnya dianggap becanda berlebihan, karena ada unsur melecehkan korban perkosaan. setelah banyak yang mengecam dia, akhirnya dia sadar dan meminta maaf kepada publik kalo dia memang salah dan becandanya terlalu berlebihan.

Mengingat isu perkosaan akhir-akhir ini yang sedang marak, menjadikan isu ini sangat sensitif bagi publik, jangankan dibuat candaan, berita bener aja kalo kata-katanya tidak pas bisa menuai kecaman publik. ya, itulah dunia twitter, media sosial tanpa intonasi yang sarat akan miskomunikasi.

Ada yang memaafkan, dan ada juga yang masih kesal lalu terus nyinyir dan memaki, ya memang konsekuensinya main twitter itu ya begitu. tapi bagi saya, dengan dia meminta maaf ke publik dan mengakui kesalahannya itu sudah cukup. saya sangat memaklumi bahwa itu adalah kekhilafan. dengan kata lain, saya memaafkannya. 

Teman twitter saya Dimas Bilang :

"Meminta maaf terkadang susah, tapi mulia. memaafkan terkadang lebih susah, tapi lebih mulia."

Sempat merenung sejenak saat semalam mengetahui peristiwa ini di twitter, berfikir bahwa, bagaimana jika saya yang kebetulan di khilafkan oleh yang Maha Kuasa? maksud saya, bahwa khilaf itu adalah fitrah manusia, manusia itu sumbernya salah, namun masih banyak orang yang mungkin sudah kepalang kesal dan benci, jadi melupakan hal itu, sehingga sulit untuk memaafkan seseorang yang khilaf atau melakukan kesalahan.

Ahmad Dhani bilang bahwa sesungguhnya iblis itu ada dan bersemayam di hati yang penuh dengan benci.

Saya sangat takut sekali jika seandainya saya yang di khilafkan, tapi rasa takut saya ini menjadikan saya jadi lebih hati-hati dan sering-sering merenung agar dijauhkan dari kekhilafan, mungkin kalo orang arab bilang "Dzikir" :p

Kesimpulannya  adalah, bahwa manusia itu pasti berbuat kesalahan, jika orang lain salah namun dia sadar atas kesalahannya dan meminta maaf, maafkanlah. karena boleh jadi besok lusa kita yang melakukan kesalahan itu, bayangkan jika tidak ada orang lain yang memaklumi dan memaafkan? Spooky.

Saya akan mengutip beberapa bait lirik lagu Ebith G Ade yang menjadi kekuatan saya untuk selalu memaafkan orang lain.

"Sedang Tuhan di atas sana, Tak pernah menghukum
Dengan sinar matanya yang lebih tajam, Dari matahari"

~Ebith G Ade



Salam,

Arie MacCa