Aku bersyukur hidupku beruntung.
Beruntung kenapa?
Beruntung karena dilahirkan di lingkungan yang baik, baik itu keluarga di rumah, maupun keluarga di luar rumah yang sering aku sebut sebagai 'Teman', ya! teman adalah keluarga yang kita pilih.
Kenapa aku menulis dengan judul di atas? ya terserah aku lah! blog blog siapa? *dikeplak silent reader*
Intinya sih yang sekarang ada di fikiranku ya cuma itu, karena memang selalu membayangkan bahwa, bagaimana jika aku menjadi seorang penjahat, bagaimana jika aku dilahirkan di lingkungan yang tidak baik, bagaimana jika aku mempunyai teman-teman penjahat dan orang-orang tidak baik, sungguh mengerikan buatku. aku selalu kasihan melihat orang-orang yang mencuri, membunuh, atau bahkan memperkosa. aku fikir mereka adalah orang-orang yang tidak beruntung karena mungkin dari kecil dilahirkan di lingkungan yang tidak baik, teman-teman yang tidak baik juga, teman-teman yang sama-sama melakukan perbuatan-perbuatan keji seperti yang aku sebut tadi. dan yang paling utama adalah mereka tidak beruntung mendapatkan pergaulan dan pendidikan yang baik dan benar di Negeri Nan Kaya Raya ini, sedangkan aku merasa beruntung dalam hal itu, makanya aku bersyukur.
Aku bukan orang yang gemar akan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun non-fisik. aku bukanlah orang yang suka akan perpecahan, aku selalu sedih melihat kekacauan yang ada di dunia ini, aku selalu kesal dengan orang jahat, walau sebagian orang bilang, bahwa orang jahat itu perlu ada untuk penyeimbang, ya aku setuju, namun aku akan tetap berada pada jalanku. i'll be keep on my right track! aku lebih suka dengan sesuatu yang sifatnya bersatu, mempersatukan, menghibur, damai, menyenangkan, membahagiakan, unik, indah, dan yang paling utama adalah menyayangi dan mencintai sesama, agar senantiasa mempunyai hati nurani sebagaimana tulisanku sebelum ini. silakan dicek di "Tetap waras dan punya hati nurani. mungkinkah?"
Untuk melatih logikaku maka aku sekolah, belajar, bekerja dan membaca buku. namun untuk melatih nuraniku aku bergaul, berteman dan jatuh cinta!
Aku menyukai musik. dalam pengalaman hidupku, musiklah yang menghubungkan aku dengan manusia lainnya, musiklah yang mengajarkan aku jatuh cinta, musiklah yang mengajarkan aku berteman dan membangun persahabatan yang baik, musiklah yang mengajarkan aku bahwa menjadi rasis dan fasis itu menjijikan dan menyebalkan, musiklah yang mengajarkan aku untuk bersatu dan mencintai sesama, ya! musik adalah caraku bahagia. itulah kenapa aku bergabung di Musician United
Bagaimanapun aku hanya manusia biasa, yang penuh dengan kelemahan dan sifat-sifat manusiawi yang kadang tidak baik jika berlebihan, aktualisasi diri misalnya, sebagai kebutuhan dasar manusia, aku membutuhkan aktualisasi diri. untuk dapat beraktualisasi diri, tidak perlu dengan menganggu atau merendahkan bahkan menyakiti orang lain. lalu dengan cara apa aku mendapatkan apa yang aku butuhkan? dengan cara menghibur orang-orang dan menjadi idol dengan membuat band tribute The Beatles Manhattan di kalangan Beatlemania, aku cukup terkenal! :p #narsis
Selain musik, aku senang sekali berserikat dengan orang-orang yang mencintai kegiatan sosial. kegiatan membantu sesama yang membutuhkan, kegiatan yang kadang tidak dilirik oleh pemerintah dan pejabat-pejabat lainnya, maka kami bergerak independen. aku ikut berpartisipasi di komunitas peduli anak jalanan Save Street Child , aku ikut berpartisipasi di posko banjir ODOSMov , bahkan visi Musician United pada akhirnya pun yaitu untuk kegiatan sosial. sungguh menyenangkan bukan? aku melakukan semua itu bukan untuk aktualisasi diri lagi, apalagi untuk mendapatkan pujian atau pahala agar masuk surga, tidak!
aku melakukan semua itu atas dasar kesenanganku saja, aku bahagia jika begitu. mari bersenang-senang!
Kesimpulannya, bahwa berteman dan berserikat dalam kegiatan positif itu penting buat hidupku, aku bersyukur aku beruntung.
Salam,
@ArieMacCa
Tuesday, May 28, 2013
Tuesday, May 21, 2013
Tetap waras dan punya hati nurani. mungkinkah?
Seorang teman (wartawan pada salah satu harian nasional), pada salah satu
kesempatan, setelah lama tak berjumpa, bertanya, "Apa target masa depan
kau? karir profesional? kemapanan material, atau status sosial ?"
Saya menjawab, "Target pribadiku hanyalah, aku ingin tetap waras dan
punya hati nurani." (untuk kondisi Indonesia saat ini, keinginan tersebut mungkin terlalu mewah-what do you think ? )
Waras dan punya hati nurani, kelihatannya sederhana dan mudah. "Jadi
kau bekerja untuk apa, kalau tidak untuk berkarir ?", sang teman kembali
mencecar pertanyaan. "Buat ku bekerja itu justru untuk menjaga agar diriku
tetap waras, dan enjoy dengan apa yang aku kerjakan. Sedangkan karir itu kan
bisa-bisanya yang ngasih kerjaan.
Bagaimana dengan hati nurani ?
Apakah bertindak waras sudah pasti sesuai dengan hati nurani? Justru di
sini masalahnya, bertindak waras sudah pasti diawali dengan berpikir waras. Apa artinya berpikir waras? Bagiku berpikir waras adalah berpikir menurut aturan logika artinya berpikir menurut hukum-hukum
material, hukum-hukum fisika, dan hukum-hukum alam yang universal lainnya.
Sedangkan hati nurani bagi ku ini adalah kesadaran yang datang dari dalam yang berkamuskan kasih sayang dan kepedulian kepada sesama manusia.
Untuk bertindak waras saja aku pikir tidak terlalu susah, apalagi teman-temanku yang pernah kuliah di ITB, atau di PT manapun, atau yang otodidak yang berguru kepada alam . Aku yakin mereka yang mampu menguasai
hukum dan logika material akan dapat bertindak waras. Dan sebagai konsekuensinya mereka akan mampu mengelola bahkan memiliki sumber
daya yang ada di Indonesia, yang jumlahnya sangat melimpah .
Lalu bagaimana dengan hati nurani ? akankah dengan sendirinya muncul dari
kesadaran logika ? Bagi ku hati nurani kata kuncinya ada dua :
kasih sayang dan peduli kepada sesama manusia
Bertentangankah logika dan hati nurani ?
Mungkin kamu pernah menghadapi suatu kondisi, dimana menurut hukum logika kamu
harus bertindak A, tetapi nurani kamu berkata lain, mungkin kamu melakukan A' atau B (yang bertolak belakang dari A), tentu dengan konsekuensi yang bertolak belakang juga .
Bagaimana kalau kondisi sebaliknya?
Menurut hati nurani, kamu harus melakukan X, tetapi persyaratan logika material tidak kamu penuhi, apa yang akan terjadi? Mampukah hati nurani merubah realitas yang ada ? Menurutku tidak ! Bahkan Tuhan pun Sang Maha Kehendak tunduk dan konsisten terhadap hukum-hukum yang
dibuat-Nya.
Cobalah tengok bagaimana Stephen Hawking dengan Big Bang teorinya,mencoba
menjelaskan peristiwa penciptaan alam semesta (bahkan Tuhan pun untuk
menciptakan alam semesta memerlukan proses ). Atau Darwin, dengan teori Evolusinya, mencoba menjelaskan bagaimana proses
asal usul makhluk hidup di alam semesta.
Contoh lain, pernahkah kamu berpikir bagaimana kamu hadir ke dunia?
Kenapa harus melalui proses pertemuan antara sel telur dan sperma?
kemudian menjadi embrio, kemudian menjadi janin, akhirnya kamu terlahir
sebagai bayi. Bagaimana kalau suatu waktu nanti tidak lagi diperlukan sel
telur atau sperma untuk menghasilkan embrio (dengan teknologi kloning, suatu
hari hal tersebut dapat terjadi). Atau bahkan mungkin suatu waktu tercipta rahim buatan, sehingga wanita tidak
perlu hamil. Kalau pun hal-hal tersebut terjadi, toh tetap ada jarak, tetap
dibutuhkan medium antara kehendak dan realita. Bahkan Tuhan pun tidak
semena-mena, walaupun Dia Sang Maha Kuasa .
Jadi setulus apapun hati nurani kamu, kalau kamu tidak memenuhi hukum-hukum
alam, maka kamu tidak akan mampu merubah realita, sekecil apapunn. (That's the
point !)
Untuk konteks Indonesia saat ini, kita sebagai suatu bangsa, nampaknya telah kehilangan kedua-duanya baik kewarasan maupun hati nurani.
Untuk itu melalui tulisan ini, saya menghimbau kepada teman-teman,marilah
kita investasikan waktu dan segala sumber daya yang kita punya untuk berlatih
dan berguru memperkuat logika agar tetap waras dan mengasah hati nurani kita
agar tetap tajam dan peka terhadap nasib sesama manusia, agar tercipta masa
depan Indonesia yang bermartabat.
Salam,
Sunday, January 13, 2013
Trip To Padang
Catatan Wisata Sejarah by Arie MacCa
“Menelusuri
Jejak Republik di Tanah Minang”
Selasa,
25 Desember 2012
1) Lembah Anai
Lembah
Anai adalah salah satu spot wisata alam Sumbar dengan landscape bentukan dari
jajaran gunung Bukit Barisan yang megah. Di sini juga terdapat area wisata alam
berupa air terjun, kolam pemandian yang asri dan indah, dan tentu saja, view
yang menakjubkan berupa deretan gunung Bukit Barisan.
Disarankan
untuk mandi di sini, dinginnya minta ampun.
2)
INS Kayutanam 1926 – Padang
Pariaman
INS (Indonesia Nederlandische
School) adalah institusi pendidikan pertama
yang didirikan untuk kaum pribumi. INS Kayutanam didirikan 1926. AA Navis
(Sastrawan), Muchtar Lubis (Wartawan, Sastrawan), Bustanil Arifin, FA Moeloek,
Muchtar Apin (Tokoh Intelektual), dll,
adalah sebagian dari beberapa tokoh besar Nasional alumnus INS Kayutanam. INS
Kayutanam memiliki arti strategis dalam sejarah pergerakan Nasionalisme
Tanahair. Itulah, disini kita foto-foto untuk pertama kalinya.
3) Makan Sate Padang di Padang
Panjang
Saat waktu makan siang, saya dan rombongan mengunjungi sebuah rumah makan
sate padang namanya “mak syukur” begitu banyak orang yang makan siang disana,
karena memang terkenal sate padangnya enak. Saya suka kerupuk kulitnya. Tempat
makan ini berada di Padang panjang.
4)
Museum Taufiq Ismail
Taufiq
Ismail, adalah sastrawan dan budayawan papan atas Tanahair, salah seorang
konseptor dan manifestan : MANIFESTASI KEBUDAYAAN, bersama beberapa sastrawan
dan budayawan lainnya di penghujung 1965. Disana banyak buku-buku di dalam lemari jadul yang
lumayan banyak debu.
5) Bidasari
– Talao
Diskusi (Free) : “Menelusuri Alam Pikiran Minangkabau”
Minangkabau
adalah sebuah miniatur dari jagad semesta. Minangkabau, juga adalah miniatur
dari Republik Indonesia.
Jaman perjuangan era kemerdekaan, jagad politik Nasional sangat diwarnai dengan
ide-ide dan pemikiran-pemikiran brilian dari orang-orang Minang. Memahami
sejarah pergerakan Nasional dan Republik Indonesia, kita harus memahami Alam
Pikiran Minangkabau.
Diskusi
ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten perihal Alam Pikiran dan
Manusia Minangkabau. Pemuka-pemuka adat dan agama disana.
Adat minang sangat kuat akan budaya dan ke-islam-an nya. (Adat & Agama)
Rabu,
26 Desember 2012
Jalan pagi keliling
Nagari Kapau
Makan pagi di
Bidasari - Talao
1)
Photo Session di Ngarai Sianok, Panorama Bukittinggi
Panorama,
adalah sebuah kompleks taman di pusat kota Bukittinggi. Di sini, tampak jelas
salah satu keping Bukit Barisan, yakni NGARAI SIANOK. Sebuah landscape ngarai
yang tinggi menjulang dan megah. Disini kita sempat kerja bakti juga karena senior kami Andi Sahrandi
prihatin melihat sungai yang begitu banyak sampahnya. Kami rombongan semuanya
turun ke sungai untuk membersihkan sampah. Indah sekali.
2) Gua Jepang
Gua
Jepang, adalah salah satu misteri yang terdapat di Bukittinggi. Lorong panjang
yang mengular, ini mirip dengan Chu Chi Tunnel, di Vietnam pada era Vietkong. Sebagai salah satu situs sejarah,
Gua Jepang Bukittinggi, ini tentu saja penting untuk dikunjungi. Tidak jauh dengan gua jepang
yang berada di Dago pakar Bandung, hanya goa jepang yang disini lebih panjang
dan lebih besar.
3) Makan siang di Itiak Lado Mudo,
Panorama-Bukittinggi
Itiak
Lado Mudo, adalah salah satu keajaiban rasa kuliner Bukittinggi. Saya sampai tidak bisa berkata
apa-apa lagi untuk berkomentar tentang bumbu sambal hijau itiak lado mudo ini,
sepertinya saya tidak akan menemukan di belahan penjuru dunia manapun sambal
seenak disini, sungguh mencengangkan lidah dan selera makan saya. Nikmat
sekali.
4) Kampung Gadang (Rumah Tokoh2 Nasional)
Kampung
Gadang. Inilah perkampungan yang telah melahirkan begitu banyak tokoh Nasional
dan Internasional. Berdiri di puncak bukit yang sejuk dengan hamparan sawah di
sekelilingnya, kampung ini sungguh nyaman untuk dikunjungi. saya sangat menikmati landscape dan pemandangan yang ada seta menyerap energi di kampung nan indah dan
asri ini. Sambil tak lupa foto-foto untuk mengabadikan momen ini.
Kampung
Gadang juga sentral kerajinan Perak
17.00 : Bidasari – Talao
19.00 – 21.00 : Diskusi (Free) : “Menelusuri Jejak Pemikiran Tan Malaka”
Tan
Malaka, adalah salah seorang pemikir besar yang pernah dimiliki oleh bangsa
ini. Menelusuri jejak pemikirannya, sama seperti kita melakukan penelusuran
terhadap proses lahirnya Republik Indonesia. Diskusi ini dipandu dan
sekaligus sebagai narasumber, oleh salah seorang anak ideologis Tan Malaka,
yakni : Tuan Senior Harris Harlianto.
Kamis,
27 Desember 2012
07.00 – 09.00 : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00 : Makan pagi di Bidasari - Talao
10.00 – 16.00 : 1)
Lembah Arau
Lembah
Arau adalah sebuah keajaiban alam di Bukittinggi. Jalan yang membelah tebing
tinggi menjulang di sisi kiri-kanan, tentu saja adalah pemandangan yang langka
dan megah. Ada beberapa air terjun, lengkap dengan kolam pemandian. Dan kami pun mandi dan
foto-foto tentunya disana.
2) Makan siang di Lembah Arau
3) Museum TAN MALAKA – Suliki,
Payakumbuh
Datuk
Ibrahim Tan Malaka, nama lengkap dari salah satu tokoh besar Nasional ini. Ide
dan konsep Republik Indonesia
pertamakali muncul dari pemikiran tokoh penuh paradoks ini. Itulah, disamping
bergelar Datuk Tan Malaka, manusia ini pun bergelar BAPAK REPUBLIK INDONESIA.
Membaca Indonesia, tidak akan lengkap tanpa membaca ide dan pemikiran Tan
Malaka. Museum Tan Malaka, ini adalah rumah kelahiran Tan Malaka. Banyak buku-buku yang ‘Langka’
yang memang tidak di rilis oleh penerbit khalayak. Kita ingin memfoto-kopi
namun disana sulit mencari tempat foto-kopi karena memang lokasi rumah Tan
Malaka ini di pedalaman sekali. Hebatnya sekalipun rumahnya di pedalaman, ia
tidak putus semangat untuk jadi pemikir dan menjadi salah satu tokoh
revolusioner bangsa Indonesia.
Jumat,
28 Desember 2012
07.00 – 09.00 : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00 : Makan pagi masakan khas Kapau di Pasar Tradisional
Kapau
10.00 – 17.00 : 1)
Istana Pagaruyung – Batusangkar
Istana
Pagaruyung, adalah salah satu artefak sejarah Minangkabau, dan sejarah Indonesia. Di
sini anda akan menyaksikan keanggunan dan kemegahan bangunan Istana dengan
gonjong mirip tanduk kerbau yang sangat Minang. Istana ini benar-benar besar dan megah, saya sempat
timbul pertanyaan dalam hati, berapa kira-kira biaya yang dihabiskan untuk
membangun istana ini, puluhan milyar sepertinya, padahal hanya terbuat dari
ornamen kayu jati dan ijuk, namun yang menjadi mahal adalah ukiran adat minang
di dinding-dinding istana.
2) Makan Siang di Batusangkar
3) Danau Singkarak
Danau
Singkarak, adalah salah satu danau di Sumatra
Barat. Terletak di kawasan Solok, disini seperti biasa kita foto-foto, danau ini cukup luas
sehingga timbul keinginan untuk bermain perahu di danau ini.
4) Rumah Tradisional – Solok
Salah
satu destinasi populer si Sumatra Barat adalah menyaksikan keindahan Rumah
Tradisional yang terdapat di kabupaten Solok. Cantik sekali terutama ukiran dindingnya.
19.00 – 21.00 : Diskusi (Free) : “Menelusuri Jejak Republik di Tanah Minang”
Ini
adalah topik penting, terlebih ketika negeri ini tengah mengalami bermacam
fenomena degradasi sistem nilai saat
ini. Menelusuri Jejak Republik dari tanah Minang, adalah pilihan yang tepat
karena awal kelahiran Republik Indonesia
banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh besar dari tanah Minang. Untuk diskusi kali
ini dipandu dan sekaligus sebagai narasumber, oleh : Tuan Senior Pryantono
Oemar, dan Tuan Senior Harris Harlianto. Mantap bukan?
Sabtu,
29 Desember 2012
07.00 – 09.00 : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00 : Makan pagi di Bidasari
10.00 – 20.00 : Bukittinggi
1) Jam Gadang
Jam
Gadang. Inilah ikon Bukittinggi. Berdiri di pusat kota, dengan taman dan
pedestrian di sekelilingnya, kita dapat menikmati jantung Bukittinggi yang
ramai dan sibuk. Disini kitapun menyaksikan anak-anak kelompok belajar Bidasari dibawah
bimbingan Tuan Senior Andi Sahrandi mempertunjukan kesenian tari piring dan
mamainkan perkusi khas minang, “talempong”
2) Museum Proklamator – Istana Bukittinggi
Museum
ini terletak persis di seberang Jam Gadang. Selain Jogjakarta, Bukittinggi
pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia. Itulah, maka mengunjungi
museum ini menjadi penting
3) Makan siang di Pasar Atas Bukittinggi
Di
Pasar Atas Bukittinggi, makan siang menjadi petualangan kuliner yang spektakuler.
4) Shopping Time
5) Museum Rumah Bung Hatta
Museum
Bung Hatta, ini adalah rumah kelahiran sang proklamator tersebut. Mengunjungi
rumah ini, kita akan dapat merasakan energi yang terpancarkan dari segenap
sudutnya. Jika kita ingin menangkap energi sang proklamator, maka mengunjungi
Rumah Bung Hatta adalah penting
6) Malam Minggu di Kampung Cina Bukittinggi
Kampung
Cina Bukittinggi, ini adalah salah satu sudut di Kota Bukittinggi yang nyaman untuk
dikunjungi. Deretan Road Café di sepanjang jalannya, dan jajaran toko yang
menjual khusus kerajinan tangan, dan suasana jalanan yang tenang. Ini adalah
spot yang ideal untuk menghabuskan malam minggu di Bukittinggi
Minggu,
30 Desember 2012
07.00 – 09.00 : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00 : Makan pagi di Bidasari – Talao
10.00 – 11.00 : Sister Program bersama Siswa-siswi
Bidasari
11.00 – 16.00 : Kunjungan ke Desa Atas bersama Siswa-siswi
dan Alumnus Bidasari
17.00 : Bidasari - Talao
00.00 : Memberikan surprise ulang
tahun senior kita Andi Sahrandi.
Senin,
31 Desember 2012
07.00 – 09.00 : Jalan pagi keliling Nagari Kapau
09.00 – 10.00 : Makan pagi di Pasar Tradisional Kapau
10.00 – 17.00 : Free
17.00 – 19.00 : Prakondisi event
19.00 – 01.00 : NEWYEAR EVE (Music Event), di Bidasari –
Talao
Selasa,
1 Januari 2013
07.00 – 14.00 : Trip to Danau Maninjau
1) Photo Session di Palembayan
Paragliding
Di
sebuah puncak bukit yang terdapat di daerah Palembayan, ini kita dapat
menyaksikan hamparan Danau Maninjau yang luas, biru, dan megah, tepat di
bawahnya. Kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan Paragliding di Sumatra Barat.
Dengan biaya Rp 600.000, kita dapat meluncur menuju tepi Danau Maninjau dengan
mempergunakan parasut, tentu saja bersama instruktur yang berpengalaman
2) Photo Session di Danau
Maninjau
Danau
Maninjau, adalah satu destinasi populer si Sumatra
Barat. Danau kedua terbesar di Indonesia
ini memang sangat layak untuk dikunjungi. Sekali lagi, siapkan pose-pose
terbaik anda saat berfoto di tepi salah satu keajaiban alam Sumatra
Barat ini yaaa…
Sunday, November 4, 2012
Khilaf
Tadi malam, ada kejadian yang sangat menghebohkan dunia twitter, seorang 'selebtwit' menuai kecaman publik, dikarenakan tweetnya dianggap becanda berlebihan, karena ada unsur melecehkan korban perkosaan. setelah banyak yang mengecam dia, akhirnya dia sadar dan meminta maaf kepada publik kalo dia memang salah dan becandanya terlalu berlebihan.
Mengingat isu perkosaan akhir-akhir ini yang sedang marak, menjadikan isu ini sangat sensitif bagi publik, jangankan dibuat candaan, berita bener aja kalo kata-katanya tidak pas bisa menuai kecaman publik. ya, itulah dunia twitter, media sosial tanpa intonasi yang sarat akan miskomunikasi.
Ada yang memaafkan, dan ada juga yang masih kesal lalu terus nyinyir dan memaki, ya memang konsekuensinya main twitter itu ya begitu. tapi bagi saya, dengan dia meminta maaf ke publik dan mengakui kesalahannya itu sudah cukup. saya sangat memaklumi bahwa itu adalah kekhilafan. dengan kata lain, saya memaafkannya.
Teman twitter saya Dimas Bilang :
"Meminta maaf terkadang susah, tapi mulia. memaafkan terkadang lebih susah, tapi lebih mulia."
Sempat merenung sejenak saat semalam mengetahui peristiwa ini di twitter, berfikir bahwa, bagaimana jika saya yang kebetulan di khilafkan oleh yang Maha Kuasa? maksud saya, bahwa khilaf itu adalah fitrah manusia, manusia itu sumbernya salah, namun masih banyak orang yang mungkin sudah kepalang kesal dan benci, jadi melupakan hal itu, sehingga sulit untuk memaafkan seseorang yang khilaf atau melakukan kesalahan.
Ahmad Dhani bilang bahwa sesungguhnya iblis itu ada dan bersemayam di hati yang penuh dengan benci.
Saya sangat takut sekali jika seandainya saya yang di khilafkan, tapi rasa takut saya ini menjadikan saya jadi lebih hati-hati dan sering-sering merenung agar dijauhkan dari kekhilafan, mungkin kalo orang arab bilang "Dzikir" :p
Kesimpulannya adalah, bahwa manusia itu pasti berbuat kesalahan, jika orang lain salah namun dia sadar atas kesalahannya dan meminta maaf, maafkanlah. karena boleh jadi besok lusa kita yang melakukan kesalahan itu, bayangkan jika tidak ada orang lain yang memaklumi dan memaafkan? Spooky.
Saya akan mengutip beberapa bait lirik lagu Ebith G Ade yang menjadi kekuatan saya untuk selalu memaafkan orang lain.
"Sedang Tuhan di atas sana, Tak pernah menghukum
Dengan sinar matanya yang lebih tajam, Dari matahari"
~Ebith G Ade
Salam,
Arie MacCa
Mengingat isu perkosaan akhir-akhir ini yang sedang marak, menjadikan isu ini sangat sensitif bagi publik, jangankan dibuat candaan, berita bener aja kalo kata-katanya tidak pas bisa menuai kecaman publik. ya, itulah dunia twitter, media sosial tanpa intonasi yang sarat akan miskomunikasi.
Ada yang memaafkan, dan ada juga yang masih kesal lalu terus nyinyir dan memaki, ya memang konsekuensinya main twitter itu ya begitu. tapi bagi saya, dengan dia meminta maaf ke publik dan mengakui kesalahannya itu sudah cukup. saya sangat memaklumi bahwa itu adalah kekhilafan. dengan kata lain, saya memaafkannya.
Teman twitter saya Dimas Bilang :
"Meminta maaf terkadang susah, tapi mulia. memaafkan terkadang lebih susah, tapi lebih mulia."
Sempat merenung sejenak saat semalam mengetahui peristiwa ini di twitter, berfikir bahwa, bagaimana jika saya yang kebetulan di khilafkan oleh yang Maha Kuasa? maksud saya, bahwa khilaf itu adalah fitrah manusia, manusia itu sumbernya salah, namun masih banyak orang yang mungkin sudah kepalang kesal dan benci, jadi melupakan hal itu, sehingga sulit untuk memaafkan seseorang yang khilaf atau melakukan kesalahan.
Ahmad Dhani bilang bahwa sesungguhnya iblis itu ada dan bersemayam di hati yang penuh dengan benci.
Saya sangat takut sekali jika seandainya saya yang di khilafkan, tapi rasa takut saya ini menjadikan saya jadi lebih hati-hati dan sering-sering merenung agar dijauhkan dari kekhilafan, mungkin kalo orang arab bilang "Dzikir" :p
Kesimpulannya adalah, bahwa manusia itu pasti berbuat kesalahan, jika orang lain salah namun dia sadar atas kesalahannya dan meminta maaf, maafkanlah. karena boleh jadi besok lusa kita yang melakukan kesalahan itu, bayangkan jika tidak ada orang lain yang memaklumi dan memaafkan? Spooky.
Saya akan mengutip beberapa bait lirik lagu Ebith G Ade yang menjadi kekuatan saya untuk selalu memaafkan orang lain.
"Sedang Tuhan di atas sana, Tak pernah menghukum
Dengan sinar matanya yang lebih tajam, Dari matahari"
~Ebith G Ade
Salam,
Arie MacCa
Subscribe to:
Posts (Atom)
